By | September 6, 2019


Musim ujian Formula 1 untuk musim ini kembali diadakan kemarin pada 1 Maret di Sirkuit Catalunya dan berlangsung hingga 4 Maret. Ini adalah periode ujian terakhir sebelum musim sebelum 11 tim konstruktor berpartisipasi dalam minggu balapan Grand Prix Australia pada 20 Maret Pembalap Indonesia yang bangga, Rio Haryanto, berkesempatan tampil di sesi tes kemarin. Kecepatan mobil Rio Haryanto meningkat dibandingkan dengan kecepatan sesi tes minggu lalu. Namun masih banyak hal yang harus diselesaikan Rio dengan mobil nomor 88 MRT05 yang dikendarainya. Musim uji dua hari pertama di Sirkuit Catalunya, dinilai oleh Rio Haryanto, kurang optimal. Mobil MRT05 yang melaju melalui Rio mengalami kebocoran minyak ketika hanya berjalan selama beberapa putaran, sehingga Rio tidak bisa melanjutkan tes pagi.

Tim Manor Racing akhirnya menggunakan sasis cadangan untuk mobil Rio. Di akhir perjalanan sore, Rio Haryanto berhasil menyelesaikan puluhan putaran dan mencatat waktu tercepat 1 menit 27.625 detik. Akuisisi waktu Rio lebih cepat daripada waktu terbaiknya dalam seminggu 1 minggu 28.249 detik. Namun, perolehan waktu Rio Haryanto masih kurang bagus dibandingkan dengan akuisisi pembalap tim Haas Esteban Gutierrez, yang juga mengalami kerusakan mobil. Esteban Gutierrez membuat waktu terbaik dalam 1 menit 26.661 detik, meskipun hanya berjarak 23 lap. Sementara Rio Haryanto menyelesaikan 45 lap. Waktu terbaik Rio juga masih kurang dari hasil 1 menit 25.925 detik yang diraih rekan setimnya Pascal Wehrlein pekan lalu.

Meskipun catatan waktu meningkat dibandingkan dengan sesi tes sebelumnya, Rio Haryanto masih tidak dapat mencapai level waktu 1 menit dan 25 detik. Dada. Rio Haryanto harus bekerja keras lagi untuk meningkatkan catatan waktu sehingga ia dapat bersaing dengan pembalap lain di seri balapan yang sebenarnya. Hal-hal positif yang didapat oleh Rio Haryanto dalam tes pra-musim hari kedua di Sirkuit Catalunya, tim balap mekanik di Manor Racing mampu bekerja dengan cepat untuk memperbaiki mobil MRT05 yang bermasalah. Apalagi Rio bisa beradaptasi lebih baik dengan mobil balapnya. Selama sesi tes kemarin, Manor Racing memperkenalkan Jordan King sebagai pengembang terbaru. Jordan King adalah saingan Rio Haryanto dalam balapan GP2 tahun lalu. Jordan King adalah putra seorang taipan Inggris, Justin Matthew King, pemilik ritel terkenal Sainsbury’s. Kehadiran Jordan King dengan Manor Racing dapat menjadi motivasi bagi Rio Haryanto agar Rio Haryanto mencapai hasil yang lebih baik di F1.

Pembalap nasional Rio Haryanto akhirnya menyelesaikan tes singkat mobil Super Formula di Sirkuit Suzuka, Jepang, pada 6-7. Desember 2017. Ibu Rio Haryanto, Indah Pennywati, mengatakan pada hari Jumat ketika dia dihubungi dari Kendari, Sulawesi Tenggara, bahwa itu hanyalah sebuah tes dan berharap bahwa Rio Haryanto akan melanjutkan untuk musim balap mendatang. “Ini hanya ujian dan semoga akan terus berlanjut,” kata Indah Pennywati. Dalam surat elektronik dari Rio Haryanto Media, yang diterima di Kendari pada hari Jumat, dikatakan pukul 18:00. Desember 2017, pembalap Solo, Jawa Tengah, didorong oleh Honda untuk melengkapi pengalamannya dengan menjalani tes Super Formula di Sirkuit Suzuka, Jepang. Selain mobil uji Dallara SF14 yang ditenagai oleh Honda HR-417E, Rio harus berbagi waktu sesi dengan pengemudi lain untuk menjalankan berbagai program eksperimental.

Sayangnya, tes pembukaan Rio berakhir 40 menit lebih awal dan tidak punya waktu untuk mencatat waktu yang representatif pada ban lunak. Setelah mengubah pengaturan tinggi perjalanan dengan ban berukuran sedang, mobil itu menabrak kolonel yang bergelombang dan berpengalaman di tikungan Dunlop ke kiri yang menanjak dan cepat. Rio berusaha memperbaiki ujungnya, tetapi kemudian mobil itu berada di tepi aspal sampai akhirnya berhenti di atas kerikil. Kali ini tes diadakan selama dua hari dengan total waktu sesi 480 menit, tetapi Rio hanya menghasilkan. 80 menit untuk melahap 21 lap pada hari pertama. Rio Haryanto mengatakan bahwa kecepatan mobil Super Formula dekat dengan Formula 1 dan bahwa Suzuka adalah sirkuit baru baginya. Perlahan ia terus meningkatkan waktu rekaman pada band menengah.

Sayangnya saya tidak mendapatkan kesempatan untuk mencoba ban lunak yang lebih kencang. Sebagai bagian dari percobaan, pengaturan mobil diubah sampai saya akhirnya melihat sang kolonel di tikungan Dunlop dan sesi tes saya berakhir sebelum waktunya, “katanya. Super Formula sangat penting untuk mengevaluasi musim balap tahun depan.

Category: F1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *